Hujan dan Air

Pada hari hujan. Hidupdiputar daur. Daur air. Daur hidup.

Seperti sel telur yang gersang di hujani tetesan mani yang akan menghasilkan manusia baru, pada hujan gersang yang di ujani tetesan-tetesan air akan tumbuh mrnjadi rumpun-rumpun hijau nan segar. Lahir bung. Dari hujan. Dari air.

Pada hari kau hujani aku dengan sumpah serapah. Aku menghasilkan aku yang baru. Aku yang kuat. ada hari hujan aku bersandar. Dalam dingin. dalam gemetar.

Selokan muntah pada hari hujan! Bersama segala isi perut yang memualkan dan membuatmu gatal-gatal. Tikus got berjungktan keluar takut tenggelam. Begitu juga jakarta. Orang kelimpungan. Panik. Mereka tinggal dalam gorong-gorong ( yang mereka tidak sadari ). Hidup bagai tikus got beramaai-ramai menyerbu dimana ada makanan. Di Jakarta. Tempat hujan yang membunuhmu.

Dan pada mereka yang bersandar pada hujan. Pada mereka yang menghargai sikus. Pada mereka yang menyejukkan jiwa. Teruslah berubah. Menguap, mencair, mengkristal. Menggenapkan.

- Dari saya untuk Anonim -

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.